Rabu, 26 Maret 2014

Penghargaan AFI Jadi Barometer Baru Perfilman Indonesia

Sudah rahasia umum jika ajang Festival Film Indonesia (FFI) banyak menuai kontroversi. Bahkan kericuhan. Pada 2010 lalu terjadi kasus pemecatan juri FFI yang berujung pada mundurnya Niniek L.
Karim dari kursi Ketua Komite FFI. Kisruh ini bermula dari perdebatan tidak terpilihnya film Sang Pencerah kedalam nominasi film di FFI. Padahal tujuh juri (yang akhirnya dipecat dari FFI) memilih film itu. Aroma kecurangan mulai diindikasikan oleh pengamat sekaligus pelaku industri film pada saat itu.

Menilik ke belakang, FFI memiliki sejarah panjang di Indonesia. Ajang apresiasi bagi insan film ini dimulai pada tahun 1955. Tetapi sayangnya, dari awal penyelenggaraan telah menuai kontroversi. Di tahun pertama penyelenggaraan, FFI diprotes lantaran menjadikan Tarmina karya sutradara Lilik Sudijo sebagai film terbaik. Padahal di masa itu, Lewat Jam Malam karya Usmar Ismail sangat diunggulkan oleh para kritikus film. Kekecewaan terhadap ajang ini ditunjukan langsung oleh Usmar dengan "memboikot" karya-karyanya di FFI.

Tiga tahun berselang dari kisruh di 2010, Akademi Film Indonesia (AFI) muncul sebagai ajang penghargaan "alternatif". Tepatnya di tahun 2013, AFI menggelar penghargaan bagi insan film dengan caranya sendiri. Uniknya, AFI digagas oleh penggiat dan pengamat film yang berkompeten, seperti Mira Lesmana, Riri Riza, Didi Petet, dan JB Kristanto. Ada 20 nama yang tercatat sebagai pendiri AFI.

Seolah merintis penghargaan film yang mengedepankan independensi dan kualitas, AFI terus merangkak maju. Pada Senin (24/3) bertempat di Bentara Budaya Jakarta, AFI menggelar ajang penghargaan kedua. Kali ini ada empat kategori yang diapresiasi langsung oleh AFI, Sutradara Terbaik, Film Terbaik, Skenario Terbaik, dan Film Terlaris.

Dengan sistem penilaian tabulasi yang melibatkan pakar-pakar film tanah air, AFI membuktikan diri sebagai ajang penghargaan yang dapat dipercaya. Totot Indrarto, salah satu anggota AFI mengatakan ke depan AFI akan melibatkan lebih banyak anggota dan membuat kategori penilaian yang lebih luas. (Ret)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms