THE RAID 2
Andi (Donny Alamsyah) meninggal. Ia ditembak persis di kepala oleh Bejo (Alex). Penyebabnya sepele, ia memilih mengabdi pada Bangun (Tio Pakusadewo) ketimbang Bejo.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Rabu, 26 Maret 2014
Penghargaan AFI Jadi Barometer Baru Perfilman Indonesia
15.26
YudaPerdanaOn
Sudah rahasia umum jika ajang Festival Film Indonesia (FFI) banyak
menuai kontroversi. Bahkan kericuhan. Pada 2010 lalu terjadi kasus
pemecatan juri FFI yang berujung pada mundurnya Niniek L.
Anak Sabiran Jadi Pembuka Southeast Asian Film Festival 2014
08.19
YudaPerdanaOn
Anak Sabiran di Balik Cahaya Gemerlapan karya Hafiz
Rancajale didapuk menjadi film pembuka Southeast Asian Film Festival
(SEAFF) 2014, yang akan berlangsung di Singapore Art Museum dari 11
April sampai 4 Mei. Perhelatan yang memasuki tahun keempat ini berfokus
pada penayangan film-film yang dianggap mewakili kawasan ASEAN lewat
eksplorasi sinematik maupun pendalaman isu. Anak Sabiran tidak sendirian mewakili Indonesia. Ada pula Denok dan Gareng karya Dwi Sujanti Nugraheni dan What They Don't Talk About When They Talk About Love karya
Mouly Surya. Ketiganya akan diputar bersama tujuh belas film lain yang
terseleksi dalam SEAFF 2014. Jadwal pemutaran selengkapnya dapat disimak
di situs resmi festival.
NEWS FILM!!! Sepatu Dahlan
08.16
YudaPerdanaOn
Produser Rizaludin Kurniawan, Deden Ridwan
Sutradara Benni Setiawan
Penulis Benni Setiawan, Khrisna Pabichara
Pemeran Aji Santosa, Donny Damara, Kinaryosih
Tanggal edar Kamis, 10 April 2014
Sinopsis
Dahlan
merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakak perempuannya
bersekolah di perguruan tinggi dan adiknya, Zain, masih sekolah di
Sekolah Rakyat (SD pada zaman itu). Ayah Dahlan bekerja serabutan,
sedangkan Ibunya pembuat batik. Mereka tinggal di kampung Kebon Dalem,
Magetan. Dahlan kecil ingin sekali memiliki sepatu dan sepeda untuk
sekolah. Keinginan inilah yang membawa Dahlan ke dalam petualangan hidup
yang penuh warna.
Suatu hari Dahlan mencoba membantu ibunya membatik, namun ia menumpahkan lilin dan merusak kain batik yang dipesan tetangganya. Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah Dahlan mendapati ibunya tergeletak dan muntah darah. Setelah itu ibunya dirawat di rumah sakit di Madiun, dengan terpaksa Dahlan dan Zain ditinggalkan di rumah sendirian.
Suatau hari Dahlan berangkat sekolah bersama Maryati yang menaiki sepedanya. Maryati memaksa Dahlan untuk belajar naik sepeda pagi itu. Dahlan dan sepedanya jatuh ke selokan.Dengan pakaian basah kuyub Dahlan terpaksa pulang kembali ke rumahnya. Tidak disangka, Ibu Dahlan meninggal. Sepeda Maryati yang rusak diganti kambing milik Dahlan.
Dahlan aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah ketika duduk di SMP. Dahlan terpilih sebagai kapten tim bola voli. Suatu hari Dahlan dan tim bola volinya akan mengikuti perlombaan bola voli tingkat Kabupaten Magetan. Keinginan akan sepatu makin menggebu-gebu.
Suatu hari Dahlan mencoba membantu ibunya membatik, namun ia menumpahkan lilin dan merusak kain batik yang dipesan tetangganya. Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah Dahlan mendapati ibunya tergeletak dan muntah darah. Setelah itu ibunya dirawat di rumah sakit di Madiun, dengan terpaksa Dahlan dan Zain ditinggalkan di rumah sendirian.
Suatau hari Dahlan berangkat sekolah bersama Maryati yang menaiki sepedanya. Maryati memaksa Dahlan untuk belajar naik sepeda pagi itu. Dahlan dan sepedanya jatuh ke selokan.Dengan pakaian basah kuyub Dahlan terpaksa pulang kembali ke rumahnya. Tidak disangka, Ibu Dahlan meninggal. Sepeda Maryati yang rusak diganti kambing milik Dahlan.
Dahlan aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah ketika duduk di SMP. Dahlan terpilih sebagai kapten tim bola voli. Suatu hari Dahlan dan tim bola volinya akan mengikuti perlombaan bola voli tingkat Kabupaten Magetan. Keinginan akan sepatu makin menggebu-gebu.
99 Cahaya di Langit Eropa 1 & 2: Imajinasi Islam dalam Nalar Kekalahan
08.12
YudaPerdanaOn
Sebagai sebuah imajinasi, film ini terasa mewah. Tiba di akhir film
kedua, segera terasa bahwa segala lanskap Eropa dari Vienna hingga
Istambul di layar hanyalah sebuah latar bagi peristiwa yang sangat
pribadi: keputusan seorang perempuan Indonesia untuk memakai jilbab.
Atau, jika kita hendak lebih akurat, para pembuat film ini lebih suka memakai kata "hijab" daripada "jilbab". Saya menyimpulkan ini dari beberapa petunjuk dalam film, maupun (terutama) latar pembuatan film, dan petunjuk-petunjuk lain tentang penonton utama film ini. Sebelum menelusuri petunjuk-petunjuk itu, saya perlu menekankan pentingnya kata "jilbab" dan "hijab" bagi film ini.
Atau, jika kita hendak lebih akurat, para pembuat film ini lebih suka memakai kata "hijab" daripada "jilbab". Saya menyimpulkan ini dari beberapa petunjuk dalam film, maupun (terutama) latar pembuatan film, dan petunjuk-petunjuk lain tentang penonton utama film ini. Sebelum menelusuri petunjuk-petunjuk itu, saya perlu menekankan pentingnya kata "jilbab" dan "hijab" bagi film ini.
Menparekraf sebut film Indonesia alami kenaikan signifikan
08.09
YudaPerdanaOn
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu mengaku bangga banyaknya capaian film Indonesia selama ini. Terlebih, kepada orang-orang kreatif di balik layar yang sudah memperjuangkan dunia sinematografi Indonesia.
Hal itu disampaikan Mari Elka jelang peringatan perayaan Hari Film Nasional ke-64 tanggal 30 Maret 2014.
Selasa, 25 Maret 2014
The Raid 2, Perang Gengster di Antara Kepentingan
20.20
YudaPerdanaOn
Andi (Donny Alamsyah) meninggal. Ia ditembak persis di kepala oleh
Bejo (Alex). Penyebabnya sepele, ia memilih mengabdi pada Bangun (Tio
Pakusadewo) ketimbang Bejo.
Melihat Sang Kakak diperlakukan demikian, amarah Rama (Iko Uwais) bergejolak. Dendamnya membara. Ia rela melakukan apapun, asal bisa membalaskan kematian Andi.
Maka saat Bunawar (Cok Simbara) memintanya memukuli seorang anak menteri yang juga pemasok dana terbesar ke Bejo, Rama menyanggupi.
Melihat Sang Kakak diperlakukan demikian, amarah Rama (Iko Uwais) bergejolak. Dendamnya membara. Ia rela melakukan apapun, asal bisa membalaskan kematian Andi.
Maka saat Bunawar (Cok Simbara) memintanya memukuli seorang anak menteri yang juga pemasok dana terbesar ke Bejo, Rama menyanggupi.
Seniman Film Indonesia Imbau Pemerintah Bantu Perfilman Nasional
20.16
YudaPerdanaOn
Dari 93 film yang ditayangkan selama tahun 2013,
dewan juri penghargaan Akademi Film Indonesia menetapkan film
"Tenggelamnya Kapal Van Der Wijc" sebagai film terlaris 2013.
JAKARTA — Bertempat di Jakarta, berlangsung penghargaan Akademi Film Indonesia 2014 berupa Piala Jati Emas. Dari 93 film yang ditayangkan selama tahun 2013, dewan juri menetapkan film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijc" sebagai film terlaris 2013 dengan jumlah penonton sekitar 1,8 juta orang. Selain itu dalam Penghargaan Akademi Film Indonesia juga memasukkan kategori film terbaik, sutradara terbaik dan skenario terbaik.
Menurut penggagas pemberian penghargaan Akademi Film Indonesia, Totot Indrarto, penghargaan tahun ini merupakan kedua kalinya dan ia berharap mampu bertahan berlangsung setiap tahun. Ia menegaskan, penghargaan Akademi Film Indonesia merupakan alternatif positif untuk mengedepankan karya-karya film sebagai alat ekspresi berkesenian dan film tidak hanya sebagai industri. Untuk itu ditegaskanya, penghargaan Akademi Film Indonesia tampil beda dibanding festival-festival film lainnya.
JAKARTA — Bertempat di Jakarta, berlangsung penghargaan Akademi Film Indonesia 2014 berupa Piala Jati Emas. Dari 93 film yang ditayangkan selama tahun 2013, dewan juri menetapkan film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijc" sebagai film terlaris 2013 dengan jumlah penonton sekitar 1,8 juta orang. Selain itu dalam Penghargaan Akademi Film Indonesia juga memasukkan kategori film terbaik, sutradara terbaik dan skenario terbaik.
Menurut penggagas pemberian penghargaan Akademi Film Indonesia, Totot Indrarto, penghargaan tahun ini merupakan kedua kalinya dan ia berharap mampu bertahan berlangsung setiap tahun. Ia menegaskan, penghargaan Akademi Film Indonesia merupakan alternatif positif untuk mengedepankan karya-karya film sebagai alat ekspresi berkesenian dan film tidak hanya sebagai industri. Untuk itu ditegaskanya, penghargaan Akademi Film Indonesia tampil beda dibanding festival-festival film lainnya.









