Rabu, 26 Maret 2014

Penghargaan AFI Jadi Barometer Baru Perfilman Indonesia

Sudah rahasia umum jika ajang Festival Film Indonesia (FFI) banyak menuai kontroversi. Bahkan kericuhan. Pada 2010 lalu terjadi kasus pemecatan juri FFI yang berujung pada mundurnya Niniek L.

Anak Sabiran Jadi Pembuka Southeast Asian Film Festival 2014

Anak Sabiran di Balik Cahaya Gemerlapan karya Hafiz Rancajale didapuk menjadi film pembuka Southeast Asian Film Festival (SEAFF) 2014, yang akan berlangsung di Singapore Art Museum dari 11 April sampai 4 Mei. Perhelatan yang memasuki tahun keempat ini berfokus pada penayangan film-film yang dianggap mewakili kawasan ASEAN lewat eksplorasi sinematik maupun pendalaman isu. Anak Sabiran tidak sendirian mewakili Indonesia. Ada pula Denok dan Gareng karya Dwi Sujanti Nugraheni dan What They Don't Talk About When They Talk About Love karya Mouly Surya. Ketiganya akan diputar bersama tujuh belas film lain yang terseleksi dalam SEAFF 2014. Jadwal pemutaran selengkapnya dapat disimak di situs resmi festival.

NEWS FILM!!! Sepatu Dahlan

Produser ,
Sutradara
Penulis ,
Pemeran , ,
Tanggal edar

Sinopsis

Dahlan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakak perempuannya bersekolah di perguruan tinggi dan adiknya, Zain, masih sekolah di Sekolah Rakyat (SD pada zaman itu). Ayah Dahlan bekerja serabutan, sedangkan Ibunya pembuat batik. Mereka tinggal di kampung Kebon Dalem, Magetan. Dahlan kecil ingin sekali memiliki sepatu dan sepeda untuk sekolah. Keinginan inilah yang membawa Dahlan ke dalam petualangan hidup yang penuh warna.
Suatu hari Dahlan mencoba membantu ibunya membatik, namun ia menumpahkan lilin dan merusak kain batik yang dipesan tetangganya. Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah Dahlan mendapati ibunya tergeletak dan muntah darah. Setelah itu ibunya dirawat di rumah sakit di Madiun, dengan terpaksa Dahlan dan Zain ditinggalkan di rumah sendirian.
Suatau hari Dahlan berangkat sekolah bersama Maryati yang menaiki sepedanya. Maryati memaksa Dahlan untuk belajar naik sepeda pagi itu. Dahlan dan sepedanya  jatuh ke selokan.Dengan pakaian basah kuyub Dahlan terpaksa pulang kembali ke rumahnya. Tidak disangka, Ibu Dahlan meninggal. Sepeda Maryati yang rusak diganti kambing milik Dahlan.
Dahlan aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah ketika duduk di SMP. Dahlan terpilih sebagai kapten tim bola voli. Suatu hari Dahlan dan tim bola volinya akan mengikuti perlombaan bola voli tingkat Kabupaten Magetan. Keinginan akan sepatu makin menggebu-gebu.

99 Cahaya di Langit Eropa 1 & 2: Imajinasi Islam dalam Nalar Kekalahan

Sebagai sebuah imajinasi, film ini terasa mewah. Tiba di akhir film kedua, segera terasa bahwa segala lanskap Eropa dari Vienna hingga Istambul di layar hanyalah sebuah latar bagi peristiwa yang sangat pribadi: keputusan seorang perempuan Indonesia untuk memakai jilbab.
Atau, jika kita hendak lebih akurat, para pembuat film ini lebih suka memakai kata "hijab" daripada "jilbab". Saya menyimpulkan ini dari beberapa petunjuk dalam film, maupun (terutama) latar pembuatan film, dan petunjuk-petunjuk lain tentang penonton utama film ini. Sebelum menelusuri petunjuk-petunjuk itu, saya perlu menekankan pentingnya kata "jilbab" dan "hijab" bagi film ini.

Menparekraf sebut film Indonesia alami kenaikan signifikan


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu mengaku bangga banyaknya capaian film Indonesia selama ini. Terlebih, kepada orang-orang kreatif di balik layar yang sudah memperjuangkan dunia sinematografi Indonesia.

Hal itu disampaikan Mari Elka jelang peringatan perayaan Hari Film Nasional ke-64 tanggal 30 Maret 2014.

Selasa, 25 Maret 2014

The Raid 2, Perang Gengster di Antara Kepentingan

Andi (Donny Alamsyah) meninggal. Ia ditembak persis di kepala oleh Bejo (Alex). Penyebabnya sepele, ia memilih mengabdi pada Bangun (Tio Pakusadewo) ketimbang Bejo.

Melihat Sang Kakak diperlakukan demikian, amarah Rama (Iko Uwais) bergejolak. Dendamnya membara. Ia rela melakukan apapun, asal bisa membalaskan kematian Andi.

Maka saat Bunawar (Cok Simbara) memintanya memukuli seorang anak menteri yang juga pemasok dana terbesar ke Bejo, Rama menyanggupi.

Seniman Film Indonesia Imbau Pemerintah Bantu Perfilman Nasional

Dari 93 film yang ditayangkan selama tahun 2013, dewan juri penghargaan Akademi Film Indonesia menetapkan film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijc" sebagai film terlaris 2013.



Antusiasme penonton film Indonesia penuhi acara "Nonton Yuk!"

SinemaMedia.com Seminggu sebelum perayaan Hari Film Nasional 2014, acara "Nonton Yuk!" yang diadakan MUVILA.com berlangsung meriah dengan ratusan penonton film yang antusias dengan deretan film pendek dan panjang Indonesia, 22 Maret lalu. Acara yang berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Jakarta Pusat ini memutarkan 4 film pendek dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan juga film panjang dari Teddy Soeriaatmadja "Something in the Way" yang belum pernah rilis di bioskop komersial Indonesia.

Film Noah Gagal Tayang di Indonesia

Keinginan publik Indonesia menonton film tentang kisah Nabi Nuh versi Hollywood di bioskop kandas sudah. Pihak jaringan bioskop 21 Group membenarkan film Noah tidak lolos sensor oleh lembaga Sensor Film (LSF).
Dikatakan Corporate Secretary Cinema 21 Catherine Keng, pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari pihak LSF. “Kami sudah diberitahu dari LSF film Noah tidak lolos sensor,” kata Catherine.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms